Labview – Tambahan

FAQ

 

Q:     Ketika saya build .exe, aplikasi yang saya buat tidak berjalan sebagaimana mestinya semisal custom menu bar tidak muncul.

A:     Bisa jadi ketika kita mem-build .exe, file exe tersebut masih berjalan di computer kita. Sehingga proses build menjadi kacau. Maka daripada itu, pastikan  ketika mem-build aplikasi .exe, file tersebut tidak sedang dijalankan. Bisa dilihat di task manager. Solusi amannya clean .exe yang kita buat terlebih dahulu sebelum kita melakukan build.

 

Tips

 

  1. Aplikasi Labview terdiri dari 2 halaman. Yaitu Front Panel (user interface) yang selalu mempunyai Block Diagram(chart programming). Settingan Front Panel yang kita buat akan sama ketika kita run. Jadi ketika kita membuat program dengan window kecil yang kita tempatkan di pojok layar dan dan tidak ideal denga button dan elemen lain, maka begitu pula ketika kita jalankan sebagai aplikasi. Oleh karena itu, aturlah front panel serapi mungkin dan tempatkan pada posisi yang ideal terhadap layar monitor.
  2. Jangan sembarangan mencopy atau mengganti nama VI karena bisa jadi file tersebut berhubungan (caller atau subVI dari VI lainnya) dengan file lainnya dalam satu project. Sehingga biasanya akan menyebakan error can’t find file VI atau file conflict. Lakukan dengan rapid dan hati-hati jika ingin mengedit file-file.
  3. Kita bisa menggunakan Use default setting ktika kita menyambung wire pada structure FOR LOOP (Disable Indexing) atau CASE STRUCTURE (Use Default Setting) dengan cara klik kanan pada sisi objek lalu pilih Use default setting dengan demikian kita tidak perlu menyambung wire pada sisi lainnya (CASE STRUCTURE) akan tetapi efeknya yaitu wire akan bernilai default biasanya false untuk boolean dan no error untuk error line atau pilih Disable Indexing pada FOR LOOP dengan demikian output wire-nya tidak akan berbentuk array akan tetapi tetap single.

tips-1

Figure FOR LOOP

tips-2

Figure CASE STRUCTURE

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 15 Local Variable, Global Variable, & Shared Variable

Local Variable

Dalam  LabVIEW sebuah elemen hanya mempunyai satu symbol pada block diagram, maka untuk mengisi atau membaca elemen tersebut pada kode lainnya yang masih dalam satu VI bisa menggunakan local variable.  Klik kanan, buka function palette.

lv15-1

Figure 15.1

Jika sudah ditambahkan pada block diagram, maka klik kiri > pilih elemen yang akan kita akses. Missal saya akan mengakses message box.

lv15-2

Figure 15.2

Kita bisa mengisi atau membaca variable tersebut. Klik kanan pada local variable yang sudah kita assign sebagai message box tadi, lalu pilih change to read jika ingin membaca isi dari elemen message box.

lv15-3

Figure 15.3

Atau jika dalam mode read kita akan mengubahnya menjadi mode write kita tinggal klik kanan pada local variable tersebut.

lv15-4

Figure 15.4

lv15-5

Figure 15.5

Dengan demikian,  dengan menggunakan local variable kita bisa mengakses suatu elemen dari mana saja, walaupun intinya suatu elemen hanya bisa digunakan pada satu diagram saja.

Global Variable

Global variable digunakan untuk berbagi nilai bersama-sama antar VI dalam satu project file.

lv15-6

Figure 15.6

Sebuah global variable biasanya di save dalam format .vi. Akan tetapi vi ini tidak mempunyai block diagram.

lv15-7

Figure 15.7

Pada gambar di atas adalah global variable dengan format .vi. Jika kita buka file tersebut maka bisa kita lihat seperti gambar di bawah  ini.

lv15-8

Figure 15.8

Untuk menggunakannya kita bisa drag file tersebut dari project file window ke program block diagram yang kita inginkan. Jika pada file global variable tadi mempunyai lebih dari satu elemen, dengan cara klik kiri kita bisa memilih elemen mana yang akan kita gunakan.

lv15-9

Figure 15.9

Global variable ini juga bisa kita set sebagai mode write atau  read.

lv15-10

Figure 15.10

Shared Variable

Jika kita mempunyai 2 buah computer dan ingin kedua software pada dua computer tadi berkomunikasi satu sama lain maka kita bisa gunakan shared variable. Dengan membuat shared libraries melalui network-published variable pada kedua masing-masing PC maka kita dapat membuat sharing data diantara PC tersebut.

Biasanya dalam beberapa kasus, satu computer bertindak sebagai publisher dan mengirim data ke shared variable yang mana PC lainnya bertindak sebagai subscriber dan menerima data tersebut.

  1. Lakukan pengaturan shared variable pada PC yang aka kita jadikan sebagai publisher dengan cara klik kanan My Computer >> New>>Variable seperti pada gambar di bawah ini. Dengan demikian, maka akan muncul sebuah dialog box untuk men-setting shared variable yang kita buat.

lv15-11

Figure 15.11

  1. Pada dialog box, pada tab variable, pastikan bahwa Variable Type bernilai Network-Published seperti ditunjukan pada gambar di bawah ini. Pada window ini kita dapat mengatur Data Type dan Name dari variable yang akan kita buat. Klik OK pada dialog box dan perlu diketahui bahwa library yang kita buat belum mempunyai nama dan belum di save (untitled library). Pada project file kita, shared variable akan terlihat terexpand ke bawah seperti ditunjukan pada gambar berikutnya.

lv15-12

Figure 15.12

lv15-13

Figure 15.13

  1. Save project kita, maka secara otomatic akan muncul pesan bahawa kita harus mengisi nama library lalu save. Jalankan VI Anda yang mana menyimpan data ke shared variable yang kita buat tadi. Dengan demikian, maka library dan hared variable kita akan ter-deploy pada publisher PC kita.
  2. Pada subscriber PC, buka Project Explorer dan buat shared variable seperti halnya dijelaskan pada poin 1. Pada variable tab ceklis Enable Aliasing dan pilih PSP URL pada bagian Bind To. Click Browse, lalu pilih IP sesuai publisher PC kita tadi, lalu expand. Maka kita akan bisa melihat shared library dan variable kita seperti ditunjukan pada gambar di bawah. Pilih, lalu klik OK untuk keluar dari variable configuration window.

lv15-14

Figure 15.14

  1. Simpan variable ini pada VI, pada subscriber computer, dan kita pun bisa membaca data yang di-write dari publisher PC.

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 14 Membuat File CFG Untuk Menyimpan Nilai Variable

Terkadang kita ingin menyimpan setting-an dari applikasi kita semisal port serial atau port aplikasi DAQ yang kita setting sebagai control sehingga memungkinkan diganti-ganti oleh user. Akan tetapi ketika aplikasi kita dimatikan maka setting-an tersebut hilang dan saat menghidupkan kembali aplikasi kita ternyata kita harus memasukannya settingan kembali. Oleh karena itu, kita simpan saja nilai settingan tersebut pada file .cfg.

Misal kita akan menyimpan data settingan port serial. Untuk membuat program ini kita akan menggunakan Configuration File Vis seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

lv14-1

Figure 14.1

lv14-2

Figure 14.2

lv14-3

Figure 14.3

Intinya kita akan menggunakan Open Config Data, Read Key (untuk membaca isi file), Write Key (untuk menulis pada file), dan Close Config Data.

lv14-4

Figure 14.4

Kita gunakan application directory lalu menggabungkan dengan nama file menggunakan Build Path.

lv14-5

Figure 14.5

lv14-6

Figure 14.6

PadaRead Key atau pun Read Key ada Sectio dan Key. Gunakan nama Section dan Key yang sama untuk menulis atau membaca data yang sama.

lv14-7

Figure 14.7

Kita juga menggunakan Type Cast untuk menkonversi tipe data. Pada bagian  read kita mengubah dari tipe data string ke visa resource name. Sedangkan pada bagian write kita mengubah sebaliknya dari tipe VISA resource name menjadi string untuk dituliskan ke file cfg.

lv14-8

Figure 14.8

Kita juga menggunakan Merge Error .

lv14-9

Figure 14.9

Terakhir adalah bagian Close Config Data.

Sekarang mari kita coba.

lv14-10

Figure 14.10

Kita pilih COM pada combo box yang tersedia. Lalu kita klik write. Lalu klik read. Pada display read akan tampil nama COM3 yang sama dengan yang kita write. Sekarang kita buka file .cfg yang kita gunakan untuk menyimpan data kita.

lv14-11

Figure 14.11

lv14-12

Figure 14.12

Pada file tersebut telah tertulis data yang kita masukan.

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 13 Build Installer

Klik kanan pada Build Specification pada tab Items Project File kita. Lalu pilih New > Installer.

lv13-1

Figure 13.1

 

Maka akan muncul properties window seperti berikut.

lv13-2

Figure 13.2

14.1 Product Information

Dalam kasus ini saya akan mengisi informasi pada Product Information sebagai berikut.

lv13-3

Figure 13.3

14.2 Destination

Pada bagian ini kita akan mengatur dimanakah directory program kita akan di-install dengan nama folder yang kita tentukan. Misal:

lv13-4

Figure 13.4

14.3 Source File

Pada bagian ini kita masukan file .exe yang sudah kita buat pada sesi sebelumnya. File tersebut kita tambahkan ke ruas kanan dengan cara sorot/highlight pada file exe kita lalu klik tanda panah ke kanan.

lv13-5

Figure 13.5

Lalu saya akan menambahkan juga file lain yang saya perlukan yang berkaitan dengan aplikasi saya yaitu file Log Table.xlsx yang akan saya akses dalam folder EXCEL LOG serta file readme.pdf pada folder readme. Juga saya akan tambahkan file com_set.cfg yang merupakan file yang saya perlukan untuk menyimpan beberapa parameter.

lv13-6

Figure 13.6

14.4 Source File Setting

Pada bagian ini kita bisa mengatur file aplikasi kita. Apakah akan di-hidden atau diproteksi dengan cara read only, dsb.

lv13-7

Figure 13.7

14.6 Shortcuts

Disini kita bisa mengatur shortcut apa saja yang akan termasuk kedalam installer kita yang akan muncul di start menu.

lv13-8

Figure 13.8

14.7 Additional Installers

Pada bagian ini kita bisa mengatur installer apa saja yang akan include dengan installer aplikasi yang kita buat. Default installer yang dicentang adalah installer run time engine labview yang mana diperlukan sebagai pendukung agar software kita bisa dijalankan pada computer target.

lv13-9

Figure 13.9

Saya juga akan menambahkan installer lainnya. Karena pada kasus saya ini menggunakan module DAQ sebagai digital IO, maka saya akan tambahkan installer untuk DAQ. Dan juga installer lainnya yang memang berkaitan dengan fungsi-fungsi yang digunakan pada aplikasi kita. Semisal pada installer DAQ ini termasuk di dalamnya driver dari perangkat modul DAQ. Hal ini dikarenakan bahwa di computer target belum terinstall file-file LabVIEW yang men-support aplikasi kita seperti pada computer depelopment yang kita gunakan untuk membangun aplikasi labVIEW kita yang memang terinstall software depelopment LabVIEW full service.

lv13-10

Figure 13.10

14.7 Dialog Information

Pada bagian ini memungkinkan kita untuk menambahkan dialog seperti dialog licence.

lv13-11

Figure 13.11

14.10 Version Information

lv13-12

Figure 13.12

Klik Build, tunggu sampai proses build selesai.

lv13-13

Figure 13.13

Setelah itu coba kita lihat file installer kita dengan cara klik explore.

lv13-14

Figure 13.14

Maka akan muncul windows explorer dengan directory folder Volume dan  di dalamnya ada file setup, dll, yang siap untuk kita jalankan sebagai installer.

lv13-15

Figure 13.15

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 12 Build EXE File

File peoject yang kita buat tetntunya akan kita build .exe-nya agar bisa dijalankan pada computer lain yang tidak memiliki LavVIEW Development Software. Ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut.

Klik kanan pada Build Specification > New > Application (EXE)

lv12-1

Figure 12.1

Maka akan muncul My Application Properties yang harus kita setting sesuai yang kita inginkan.

12.1 Information

Misal saya punya sebuah project file degan nama new-project, maka saya akan mengisi properties tersebut dengan settingan sebagai berikut.

lv12-2

Figure 12.2

 

 

 

12.2 Source Files

lv12-3

Figure 12.3

Masukan aplikasi utama kita yang nanti akan muncul pertama kali ketika file .exe yang kita buat dijalankan. Program utama pada kasus ini adalah Aplikasi Main.vi, saya masukan ke startup Vis karena saat pertama kali .exe dijalankan saya hanya ingin satu page/halaman vi yang muncul.

12.3 Destination

Pada bagian destination  ini kita bisa membuat folder yang nantinya bisa kita gunakan  sebagai directory untuk aplikasi yang kita jalankan mengakses file-file yang include dalam proses jalannya aplikasi.

lv12-4

Figure 12.4

Misal saya akan menambahkan folder EXCEL_LOG dan readme karena saya akan menggunakannya untuk menyimpan file yang akan saya gunakan saat aplikasi dijalankan. Klik tanda (+) Add Destination untuk menambah destination baru.

lv12-5

Figure 12.5

lv12-6

Figure 12.6

12.4 Source File Setting

lv12-7

Figure 12.7

Pada tab ini kitabisa mengatur file-file mana saja yang akan masuk ke bundle .exe atau tidak, ataukah masuk ke folder lain yang sudah kita buat di Destination  tadi. Sebagai contoh lihat pada gambar di bawah ini.

lv12-8

Figure 12.8

lv12-9

Figure 12.9

 

12.5 Icon

Pada bagian ini kita bisa mengatur icon seperti apa yang akan terlihat mewakili file .exe kita nanti. Pada kasus ini saya memakai gambar camera. File yang bisa digunakan untuk icon ini adalah file gambar yang berekstensi .ico. Jika Anda mempunyai gambar dengan ekstensi lain, Anda bisa mengkonversi file tersebut ke file .ico pada web-web yang tersedia di internet secara online. Cukup google saja dengan keyword “convert .ico online”.

lv12-10

Figure 12.10

12.8 Version Information

Pada tab ini Anda dapat menambahkan informasi yang mengenai file .exe yang dibuat.

lv12-11

Figure 12.11

12.10 Shared Variable Deployment

Shared variable memungkinkan kita untuk mengunakan variable yang sama antar vi dalam jaringan. Saya setting agar share variable yang saya gunakan auto deploy saat aplikasi dijalankan, artinya shere variable tersebut akan tersimpan seperti server di computer sehigga memungkinkan juga untuk diakses lewat vi lain di computer yang berbeda. Lalu ketika applikasi dihentikan, share variable tersebut di undeploy yang artinya tidak dapat diakses lagi.

lv12-12

Figure 12.12

Denga menekan tombol build, maka program exe akan ter-generate. Program exe yang kita build bisa kita lihat di folder yang sudah kita setting pada Properties ini. Kita juga bisa membuka folder degan cara klik kanan pada profile .exe yang kita buat lalu klik explore. Atau kita juga bisa menjalankannya dengan klik run.

lv12-13

Figure 12.13

lv12-14

Figure 12.14

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 11 VI Property (ctrl + i)

Pada setiap vi biasanya mempunyai properties yang mengatur karakter vi tersebut. Properties tersebut bisa dibuka pada File > VI Properties atau bisa dengan cara tekan ctrl +i.

lv11-1

Figure 11.1

Maka akan muncul window seperti berikut ini.

lv11-2

Figure 11.2

lv11-3

Figure 11.3

lv11-4

Figure 11.4

lv11-5

Figure 11.5

lv11-6

Figure 11.6

lv11-7

Figure 11.7

lv11-8

Figure 11.8

lv11-9

Figure 11.9

Pada bagian Window Appearance ini bisa diatur bagaimana tampilan VI kita saat dimunculkan. Bisa dilihan opsi-opsi pada bagian ini dengan memilih customize.

lv11-10

Figure 11.10

Sedangkan pada bagian Window Size bisa kita atur ukuran panel minimum yang memungkinkan bagi pengguna untuk memperkecil window. Window tidak dapat diperkecil lagi jika sudah mencapai batas minimum yang kita atur pada bagian ini. Pada bagian ini pula bisa kita atur apakah ketika diatur ukuran window kita elemen didalamnya ikut berubah ukurannya atau tidakmengikuti skala window.

lv11-11

Figure 11.11

lv11-12

Figure 11.12

lv11-13

Figure 11.13

Pada bagian ini kita bisa mengatur posisi window VI akan muncul saat kita jalankan.

lv11-14

Figure 11.14

lv11-15

Figure 11.15

lv11-16

Figure 11.16

Berikut contoh tampilan hasil modifikasi VI Properties.

lv11-17

Figure 11.7

lv11-18

Figure 11.8

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 10 Project File & Membuat Sub-VI dari Bagian Program Block Diagram

Terkadang ketika kita membuat sebuah program pada block diagram kita merasa bahwa program kita terlalu banyak dan pemakaiannya ternyata mempunyai pola yang sama dan berulang-ulang. Pada LabVIEW ini, program pada block diagram memungkinkan untuk kita jadikan sub VI lagi.

Misal saya disini akan membuat sebuah program menghitung sisi fungsi akar kuadrat sebagai berikut.

lv10-a

Mari kita buat new project yang kita atur foldernya dengan mode auto populating sehingga setiap perubahan pada folder project yang bersangkutan, akan langsung terlihat pada project window.

lv10-1

Figure 10.1

Maka akan muncul dialog box yang menanyakan folder yang kita maksud.Arahkan pada folder kita kemudian klik current folder.

lv10-2

Figure 10.2

Disini saya sudah mempunyai file VI dengan nama Fungsi akar kuadrat yang akan kita sederhanakan dengan membentuk VI baru dari program diagram block-nya. Berikut tampilan dari Fungsi akar kuadrat.vi.

lv10-3

Figure 10.3

 lv10-4

Figure 10.4

Pada diagram block di atas terdapat persamaan yang akan kita buat VI sendiri. Highlight persamaan tersebut dengan cara klik kiri tahan, lalu drag pada area persamaan tersebut.

lv10-5

Figure 10.5

Lalu pada menu bar klik Edit > Create SubVI.

lv10-6

Figure 10.6

Maka akan persamaan tadi akan menjadi sebuah icon subVI baru seperti pada gambar berikut.

lv10-7

Figure 10.7

Sekarang mari kita double klik pada subVI tersebut dan kita lihat isi dari subVI tersebut.

lv10-8

Figure 10.8

lv10-9

Figure 10.9

Save VI ini pada folder yang sama dengan file project atau pada folder baru yang yang masih berada dalam folder file project kita. Biasanya pada pemrograman yang lebih kompleks kita bisa mengelompokan subVI yang kita gunakan yang mempunyai karakteristik yang sama pada satu folder. Berilah nama “subvi_akar_kuadrat.vi”.

Pada project window akan muncul VI baru yang kita save.

lv10-10

Figure 10.10

Sekarang mari kita edit iconnya agar lebih mempermudah dalam mengenali nantinya. Double klik pada icon tersebut.

lv10-11

Figure 10.11

Maka akan muncul window sebagai berikut.

lv10-12

Figure 10.12

Lalu isilah text dan editlah gambar icon tersebut degan rapid an penamaan rapi pula agar jika suatu saat program berkembang menjadi kompleks kita dapat mengenali program dengan mudah sesuai fungsinya.

lv10-13

Figure 10.13

Maka pada VI utama tampilannya akan menjadi sebagai berikut.

lv10-14

Figure 10.14

Save project file kita.

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 9 Custom Elemen (.ctl)

Pada LabVIEW ini kitabisa membuat custom custom elemen sesuai yang kita inginkan. Misal pada kesempatan kali ini kita coba buat custom button.

Buatlah  New Project dan beri nama “Project Custom Button”.

lv9-1

Figure 9.1

Lalu saya setting project ini untuk Auto Populating agar setiap perubahan pada directory windows explorer bisa ke-link langsung ke project LabVIEW ini. Saya setting untuk Auto Populating sesuai dimana file Project berada.

lv9-2

Figure 9.2

Klik Current Folder.

lv9-3

Figure 9.3

Buat New > Control.

lv9-4

Figure 9.4

Maka akan muncul window seperti gambar di bawah ini.

lv9-5

Figure 9.5

Lalu kita tambahkan OK Button dan gantilah nama labelnya dengan nama Lock Button karena kita akan coba buat sebubah Lock Button.

lv9-6

Figure 9.6

lv9-7

Figure 9.7

Lalu kita Import Picture to Clipboard.

lv9-8

Figure 9.8

Lalu akan muncul dialog. Pilih gambar Unlock untuk kita masukan ke button saat keadaan OFF/False. Gambar yang kita gunakan usahakan gambar yang mempunyai background transparent agar button yang kita buat terlihat lebih menarik tanpa ada bacground putih di sekitarnya. File yang akan saya gunakan berformat .PNG.

lv9-9

Figure 9.9

Dengan demikian gambar telah tercopy dan tinggal kita paste. Klik kanan pada button > Import Picture from Clipboard > False.

lv9-10

Figure 9.10

Lakukan ini pula untuk True dengan gambar Lock. Lalu hilangkan centang pada Visible Items > Boolean Text.

lv9-11

Figure 9.11

Lalu save dan beri nama “Lock Button”.

lv9-12

Figure 9.12

Maka di Project Window akan bertambah satu  item yaitu “Lock Button.ctl”. File inilah yang akan kita gunakan sebagai custom button.

lv9-13

Figure 9.13

Sekarang kita buat new VI dengan nama “Main Page.vi” untuk menguji custom button yang kita gunakan. Drag Lock Button ke Main Page.vi dan tambahkan sebuah string indicator dan beri nama “Indikator Lock Button”.

lv9-14

Figure 9.14

Gunakanlah select untuk memilah text yang akan muncul pada Indicator Lock Button dan buatlah program pada blok diagram seperti gambar di bawah ini.

lv9-15

Figure 9.15

lv9-16

Figure 9.16

 

Lalu klik properties dari Lock Button.

lv9-17

Figure 9.17

Kita atur Button behavior pada tab Operation.

lv9-18

Figure 9.18

Setting-lah pada Switch when pressed. Anda bisa melihat dan mencoba bagaimana kerja button dari setiap kategori Button behavior pada Preview Selected Behavior. Lalu klik OK.

Selanjutnya run VI.

lv9-19

Figure 9.19

lv9-20

Figure 9.20

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 8 Menu Bar

Misal saya mempunyai sebuah VI yang akan saya modif menu bar- nya. Misal VI tersebut adalah aplikasi akar kuadrat.

Buka Edit > Run-Time Menu

lv8-1

Figure 8.1

Maka akan muncul window sebagai berikut.

lv8-2

Figure 8.2

Lalu pilihlah custom seperti pada gambar di bawah ini.

lv8-3

Figure 8.3

Gunakanlah navigasi (+) dan (x)  serta tanda panah untuk membentuk struktur menu bar kita. Atur sehingga seperti gambar di bawah ini.

lv8-4

Figure 8.4

Lalu save menu bar editor kita dengan nama “ my menubar.rtm” pada folder yang sama dengan VI kita. Lalu close, maka akan muncul dialog window seperti berikut.

lv8-5

Figure 8.5

Klik Yes.

Lalu kita coba run dan menu bar kita sudah berubah seperti gambar di bawah ini.

lv8-6

Figure 8.6

Sekarang kita akan coba akses menu bar tersebut menggunakan event structure.

lv8-7

Figure 8.7

lv8-8

Figure 8.8

Klik kanan pada event structure yang kita tambahkan tadi lalu pilih Add Event Case.

lv8-9

Figure 8.9

Maka akan muncul window seperti di bawah ini dan pilih This VI > Menu Selection (User) > klik Add Event > OK.

lv8-10

Figure 8.10

Maka pada event structure kita akan berubah seperti gambar di bawah ini.

lv8-11

Figure 8.11

Sekarang kita tambahkan Get Menu Item Info dengan cara klik kanan pada area kosong lalu muncul Control Palette > Klik Search pada pojok kanan atas.

lv8-12

Figure 8.12

Lalu ketikan get menu item info > enter.

lv8-13

Figure 8.13

Dan tambahkan juga case structure sehingga nampak seperti pada gambar berikut.

lv8-14

Figure 8.14

Gunakan klik kanan > Add Case After untuk menambahkan nilai syarat pada case structure.

lv8-15

Figure 8.15

Buatlah seperti gambar di bawah.

lv8-16

Figure 8.16

Sekarang mari kita coba apakah menu bar kita bekerja atau tidak dengan memunculkannya pada indicator LED untuk masing-masing menu bar item.

lv8-17

Figure 8.17

Lalu rangkai pada block diagram sehingga jika di klik item menu bar , maka lampu indicator akan menyala sesuai item yang di-klik.

lv8-18

Figure 8.18

Jangan lupa juga kita set timeout pada event structure yang kemudian berhubungkan dengan stop terminal while loop agar ketika di klik tombol stop aplikasi berhenti. Set timeout event structure 1 ms. Default dari timeout event structure ini adalah -1 yang berarti tanpa timeout.

lv8-19

Figure 8.19

Lalu kita coba jalankan VI yang sudah kita buat.

lv8-20

 

Figure 8.20

Jika kita klik pada menu bar maka LED akan menyala. Menu bar “File” tidak bisa kita klik karena memang hanya cabang saja untuk item yang berada di bawahnya.

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Tutorial 7 Subpanel

Subpanel berfungsi seperti layar monitor touch screen yang menampilkan sesuai dengan computer/laptop mana yang terhubung ke kabel VGA-nya.

Misal saya mempunyai sebuah project file yang di dalamnya terdapat beberapa subVI dan satu  “Main Page.vi”

lv7-1

Figure 7.1

Pada Main Page.vi ini kita coba untuk menampilkan VI Fungsi akar kuadrat.vi.

Tambahkan subpanel pada Front Panel “Main Page.vi”.

lv7-2

Figure 7.2

Buka Control palette  > Containers > SubPanel. Lalu aturlah subpanel tersebut kira-kira berada di tengah-tengah window. Lalu tambahkan pula Slide Switch dan beri nama “Show”. Tambahkan pula tombol stop seperti gambar di bawah ini.

lv7-3

Figure 7.3

Dengan ditambahkannya Sub Panel, pada block diagram biasanya akan muncul invoke node Sub Panel.

lv7-4

Figure 7.4

Lalu kita buat VI reference dari relative path Main Page.vi seperti pada gambar berikut.

lv7-5

Figure 7.5

Masukan juga pada case True, VI Fungsi akar kuadrat yang ingin kita tampilkan dengan cara drag VI tersebut dari window Project File.

Isikan pada file path dua titik (..) yang berarti Current VI di-up-directory-kan satu level.

lv7-6

Figure 7.6

Maka output dari elemen build path adalah directory folder project file kita. Lalu kita kombinasikan lagi path tadi dengan nama VI yang kita maksud untuk kita panggil yaitu “Fungsi akar kuadrat.vi”. Untuk mengetahui alamat file yang terbentuk dari elemen Build path, kita bisa klik kanan pada wire output-nya lalu Create > Indicator.

Jika sudah, tambahkan lagi invoke node yang akan kita link ke sub panel untukmemerintahkan remove VI from sub panel.

lv7-7

Figure 7.7

Klik kanan pada invoke node yang sudah kita tambahkan. Lalu link-kan ke subpanel.

lv7-8

Figure 7.8

Lalu klik kiri pada invoke node sub panel yang kita buat. Pilih remove. Dan tempatkan pada false pada case structure.

lv7-9

Figure 7.9

Sekarang kita jalankan Main Page.vi. Maka akan muncul seperti gambar berikut.

lv7-10

Figure 7.10

Ketika kita klik Show (ON) maka pada sub panel akan tampil VI yang kita panggil.

lv7-11

Figure 7.11

Pastikan ketika di run VI yang kita tampilkan di suib panel tidak dibuka karena akan menyebabkan error seperti berikut.

lv7-12

Figure 7.12

_________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

simplymodbus.ca/FC05.htm

ni.com/example/26488/en/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.