China dan India Seperti “CHINDIA”

Sebuah buku karangan Pete Engardio yang menceritakan tentang bagaimana Cina dan India tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru yang mengalihkan beberapa pekerjaan penting dari negara-negara maju. Banyak hal yang menarik pada buku ini dan menceritakan tentang bagaimana sebuah korporasi besar menjalankan strategi atau menjadi bijak untuk belajar dari korporasi lain agar lebih baik. Kata-kata inspiratif dari para CEO berformat wawancara atau mengalir seperti sebuah cerita sangat menarik untuk dipikirkan. Menjelaskan beberapa strategi dan realitas kondisi bisnis yang sedang beralih dari negara maju ke negara berkembang yang mempunyai biaya buruh murah-berkualitas tinggi tapi mempunyai pasar yang luas dan tatangan bagi perusahaan di kedua negara yang berbeda taraf ekonomi ini untuk bertahan dan di lain tempat berkembang menuju perusahaan multinasional. Berusaha untuk mengembangkan high-tech industri yang mana telah menjadi ciri khas dan basis kekuatan ekonomi dari negara-negara maju.

Ada beberapa kutipan yang menarik untuk diceritakan tentang isi dari buku ini.

  • Pemimpin kelompok seperti P.V. Priya, yang meneliti klaim medis di Banglore, menetapkan target dengan rekannya setiap kali hendak memulai sif. Sebagaimana di pabrik Toyota, layar elektronik yang tertanam di dinding akan berubah  dari hijau ke merah apabila ada hal yang macet. — Model Korporasi Baru – Mengambil Satu Halaman dari Buku Aturan Toyota
  • Hampir secara langsung, Kurien menemukan suatu masalah mengejutkan–ruang kerja berpenyekat. Hal ini wajar bagi para programmer, tetapi mengganggu aliran bagi pekerja bidang proses bisnis. Jadi ia mengatasinya dengan ide menempatkan orang-orang bersebelahan sepanjang sebuah meja panjang, dan menjalankan proses mengikuti jalur ini selangkah demi selangkah. — Model Korporasi Baru – Perbaikan Berkelanjutan
  • …Perlu waktu sembilan menit bagi karyawan untuk mendapatkan kembali penampilan optimal setelah pergi minum atau ke kamar mandi. Pendingin air dipindahkan sehingga lebih dekat dengan meja karyawan. — Model Korporasi Baru – Perbaikan Berkelanjutan
  • Perusahaan pemula Mengniu Diary tidak terikat pada negara. Mereka berjuang—-dan para pemegang saham merasa puas. — Perusahaan ini menjadi “penyedia resmi” produk susu selama berbulan-bulan untuk Letnan Kolonel Yang Liwei. Saat dia berhasil mendarat dengan selamat di padang rumput Mongolia Pedalaman, dalam hitungan hari Mengniu telah meyebarkan iklan ke seluruh negeri yang meperlihatkan pria, wanita, dan anak-anak dalam pakaian ruang angkasa sedang minum susu.— Model Korporasi Baru – Perbaikan Berkelanjutan – Perusahaan Tanpa Batas yang Menguntungkan di China
  • Kelompok istimewa ini selalu berpengaruh dalam masyarakat China, kata Li, sebab prestasi mereka berkaitan dengan kesuksesan. Yang paling tenar adalah para taipan yang dalam masyarakat punya tanggung jawab, seperti Li Ka-shing dari Hong Kong, yang banyak memberi donor kepada pendidikan. Segmen pemuda China terakhir yang jumlahnya ternyata sangat besar, biasa disebut “golongan independen”, yang merasa puas bahwa diri mereka punya pendirian serta tidak ikut-ikutan. Mereka terdiri atas 8,6% dari orang pemuda. Barangkali aspek paling menarik dari studi Grey, bagaimanapun juga, adalah caranya memilah wajah psikologis kaum dewasa muda China hari ini. Para periset menanyakan sejumlah pertanyaan mengenai nilai-nilai dasar. Dalam banyak cara, kelakuan mereka kelihatan mirip dengan kaum muda Amerika pada era pasca Perang Dunia II. Di antara karakteristik utama tersebut adalah: 1. Individualisme. Secara kasar dua pertiga dari kaum muda China lebih suka memilih barang-barang sendiri, daripada bergantung kepada orang lain. Presentase yang sama menunjukan bahwa mereka tidak menilai orang dari cara orang tersebut menjalani hidup. 2. Mencari hidup yang lebih baik. Hanya 39% orang China yang merasa bahagia dengan kehidupan mereka apa adanya. Dan hanya 18% mengatakan sudah punya cukup banyak uang untuk menikmati hidup. Sebanyak 59% berkata bahwa mereka harus mengambil resiko untuk sukses. Bagi perusahaan produk konsumsi, ini berarti adanya minat besar terhadap tren baru. 3. Ambisi karier. Sebanyak 80% kaum muda China berkata mereka bekerja sangat keras demi karier. Dua pertiga setuju dengan pernyataan, “Penting bagi keluarga saya berpikir bahwa saya sukses”. 4. Wanita yang terbebaskan. Pria harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menurut 64% pria dan wanita yang disurvei. Tingkat perceraian kini adalah 22% di seluruh China, tetapi lebih tinggi dan meningkat pada wilayah perkotaan. 5. Internasionalisme. Dua-pertiga dari pemuda China yang telah dewasa berkata bahwa mereka tertarik pada kebudayaan lain dan menyukai gaya hidup negara maju. Namun pengamat pasar sebaiknya tidak mengartikan opini ini terlalu harfiah. Kata Chan: “Mereka tidak konsisten. Mereka masih makan mie, bukan pasta. Gaya hidup sangat sulit berubah”. 6. Nilai dari ilmu pengetahuan. Sekitar 75% berkata bahwa penting untuk mengetahui informasi. “Ini adalah tren penting”, sebut Li. “Pasar ditentukan oleh mobilitas. Orang percaya bahwa mereka bakal memiliki kehidupan lebih baik dengan pengetahuan lebih banyak”. Ini membantu menjelaskan mengapa pasar pendidikan untuk program peningkatan bisnis dan profesional, meledak di seluruh China, demikian pula penjualan buku-buku bisnis.  7. Lebih menikamati hidup. Ada permintaan yang semakin meningkat terhadap pengalaman spiritual. Sebanyak 62% berkata bahwa mereka menghabiskan waktu di luar untuk memahami alam, dua-pertiga berkata mereka berlatih olahraga secara teratur. “Bagaimanapun juga, ini adalah sebuah aspirasi”, catat Chan. “Survei juga menunjukan bahwa 51% ingin mengorbankan waktu bersenang-senang mereka demi mendapatkan uang lebih banyak”. — Megapasar Baru – Seribu Hasrat China yang Mekar – Segmen yang Memengaruhi
  • …, para pendidik sedang beralih dari pengajaran peringkat berbasis ujian — mengikuti AS yang merangkul lebih banyak ukura-ukuran yang lebih standar. Di China, para ahli pendidikan tengah mengurangi pemberian tekanan atas ujian, serta lebih menekankan eksperimen dan diskusi dalam kelas. “Murid-murid Tegang dan Mengulang”, kata Shen Baiyu, direktur pengembangan kurikulum di Departemen Pendidikan di Beijing. “Mereka mengingat tapi tidak memahami”. Shen mengatakan, kurangnya kreativitas adalah kerugian yang fatal bagi pendidikan di China. —Tak Ada Petani yang Tertinggal-Tantangan Pendidikan
  • Dan sekali masuk, mahasiswa terkejut dengan apa yang mereka hadapi. Cara menilai Kamath cukup mengejutkan mahasiswa yang membayangkan diri mereka adalah mahasiswa terbaik dan paling cemerlang di India. Sering kali hanya satu mahasiswa mendapat nilai tertinggi A dalam tiap kali ujian. Mahasiswa terpandai kedua mendapat nilai B. Sisanya mendapat C, D, atau F. Namun kamath punya alasan. Kini sudah pensiun dan tinggal di luar kota Bombay, ia membersihkan namanya sebagai penyebar teror di kampus: “Saya dulu memberi tahu mahasiswa saya, ‘IIT merupakan pusat dari keunggulan. Saya tak menghendaki Anda menjadi produk nomor tiga’.”–Anak Ajaib India-Tantangan Pendidikan
  • …Beberapa kepala eksekutif, presiden, wirausahawan, dan investor ternama dunia adalah lulusan IIT, institusi elite India bagi pendidikan tingkat tinggi. Standarnya yang luar biasa tinggi, mendesak terutama mahasiswa yang kebanyakan pria untuk tidur kurang dari lima jam sehari-semalam, menghasilkan sejumlah lulusan yang menjadi ahli terbaik dalam memecahkan masalah…–Anak Ajaib India-Tantangan Pendidikan
  • …Julia Hsiao, asisten wakil penasihat urusan internasional di University of California, telah menjadikan Shantou rumahnya yang kedua…Sebagai tambahan atas tugasnya di Universitas of California tempatnya bernaung, Hsiao juga wakil presiden bagi mahasiswa dan urusan akademis di Shantou University, sebuah perguruan tinggi negeri yang didukung oleh miliader Hong Kong, Li Ka-Shing… Hsiao berbicara dengan BusinessWeek  mengenai pekerjaan yang sudah ia lakukan bersama rekan-rekannya di Shantou…

T: Mengapa Anda pikir penting untuk melakukan itu?

J: Kami ingin melihat diri kami sebagai semacam oasis, tempat para pelajar yang ingin mendapatkan pengetahuan datang dan sungguh-sungguh dibimbing, direvitalisasi, diinspirasi menjadi kreatif, dan menjadi bagian dari populasi yang memahami peranan dari kewarganegaraan global. Kecuali jika orang China terdidik dalam bahasa masyarakat global, akan sukar bagi mereka untuk berbicara bahasa lintas budaya dan mampu bersaing. Jadi di Shantou, kami bergerak di luar pembelajaran hafalan semata dan mengajak mereka belajar untuk hidup, bagaimana mengambil keputusan penting, dan bagaimana menjadi terbuka–terbuka terhadap hal-hal baru, untuk berubah.

T: Salah satu tantangan pertama Anda adalah memperkenalkan sistem kredit gaya AS. Mengapa hal itu dinggap signifikan?

J: Di Amerika, itu terdengar sangat umum, sistem kredit. Tetapi di China, untuk membangun sistem kredit yang fleksibel, Anda benar-benar mesti mengenyahkan sistem lama. Anda perlu mengubah falsafah, dari atas ke bawah. Itun mengenai pilihan dan tanggung jawab pada diri sendiri. Selain diminta untuk belajar, Anda harus mau belajar. Anda mesti merancang proses belajar Anda sendiri.

T: Universitas ini tengah merencanakan pembenahan besar-besaran di kampus. Mengapa Anda menaruh perhatian besar terhadap masalah arsitektur?

J: Jika semuanya tampak sama, itu tidak mendorong opini yang bervariasi dan berbeda. Jika Anda tidak membangun sebuah komunitas, Anda tidak bakal memiliki lingkungan intelektual yang bergairah. Hal ini sungguh-sungguh mengenai pembentukan komunitas tersebut, dan menjalin hubungan di antara mereka. Arsitektur akan membantu kami mencapai tujuan akhir. Ini bukan untuk kepentingan menyombong; hal ini dilakukan untuk menyiapkan lingkungan reflektif yang penting bagi sebuah komunitas intelektual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s