Error Control

Pentingnya Penerimaan Akurat

Setiap bagian dari setiap kode diberikan identitas yang unik. Hal ini sangat penting bahwa data dikirim dan diterima tanpa error. Misalnya,

  • Kode EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Information Code) untuk c adalah 10000011.
  • Sebuah error di bit#1 menghasilkan 10000010 à yang mana kode tersebut adalah untuk b.
  • Jika error pada bit#2 menghasilkan 10000001 à yang mana kode tersebut adalah untuk a.
  • Dan jika error pada bit #8 menghasilkan 00000011 à yang mana itu untuk kode ETX (ETX = end of text).

Jelasnya, penting untuk tahu apakah pesan menjadi rusak atau belum saat transmisi berlangsung.

Deteksi Error

Deteksi error adalah kegiatan kerja sama antara si pengirim dan penerima data. Dimana pengirim menambahkan informasi pada karakter atau frame untuk membantu penerima memeriksa apakah telah terjadi error pada pengiriman atau penerimaan data. Sebelum mengirim, si pengirim dan si penerima harus mempunyai kesepakatan terhadap informasi yang akan ditambahkan, dan bagaimana informasi itu akan digunakan.

1.      Parity Checking

Cek parity ada yang sederhana dan dua dimensi. Dalam cek parity, sebuah parity bit ditambahkan ke setiap unit data yang berakibat total jumlah dari 1s adalah ganjil atau genap.

Misalkan si pengirim ingin mengirim kata world. Dalam ASCII lima karakter tersebut dikodekan sebagai

1110111   1101111   1110010   1101100   1100100

Dibawah ini menunjukan bit yang akan dikirim.

11101110   11011110   11100100   11011000   11001001

Two-dimensional parity

Dalam cek parity dua dimensi, blok bit dibagi menjadi baris dan barisan bit tambahan yang mana akan menjadi keseluruhan bagian data.

2.      Checksum

Langkah-langkah untuk si pengirim

  • Unit data dibagi ke dalam k bagian yang mana terdiri dari n bit.
  • Semua bagian ditambahkan menggunkakan one’s complement untuk mendapatkan sum.
  • Sum dikomplemenkan dan dijadikan sebagai checksum.
  • Checksum dikirimkan bersama data.

Langkah-langkah untuk si penerima

  • Unit data dibagi ke dalam k bagian yang mana terdiri dari n bit.
  • Semua bagian ditambahkan menggunakan one’s complement untuk mendapatkan sum.
  • Sum sudah dikomplemenkan.
  • Jika hasilnya nol, maka  data benar dan dapat diterima; jika sebaliknya maka data tertolak.

Contoh 1:

Misalkan blok data 16 bit di bawah ini akan dikirim menggunakan checksum 8 bit.

10101001        00111001

Data diatas ditambahkan dengan menggunakan one’s complement

.                         10101001

.                         00111001

Sum                 11100010

Checksum 00011101

Maka bentuk data yang dikirimkan adalah

10101001        001110011      00011101

Contoh 2:

Sekarang, misalkan si penerima menerima data

10101001        00111001        00011101

Ketika si penerima menambahkan tiga bagian data, maka akan didapatkan 1s, yang mana, setelah dikomplemenkan hasil semuanya adalah nol dan hal tersebut menunjukan data yang diterima tidak terdapat error.

.                            10101001

.                            00111001

.                            00011101

Sum                    11111111

Complement   00000000 berarti data OK.

3. VRC Checking

VRC (Vertical Redundancy Check). VRC menambahkan sebuah parity bit pada setiap karakter. Kebanyakan biasanya menggunakan ASCII. Parity bit menempati posisi bit ke delapan. VRC dapat mendeteksi multiple-bit atau rentetan error hanya jika total jumlah dari error adalah ganjil.

Misal,

  • ASCII untuk a adalah 1000011.
  • ASCII untuk a dengan parity genap adalah à 10000111­p, parity bit (1p) adalah angka 1 yang dihasilkan dari total empat 1s (jumlah genap dari 1s).
  • ASCII untuk a dengan parity ganjil à 10000110p, parity bit (0p) adalah angka 0 yang dihasilkandari total tiga 1s (jumlah ganjil dari 1s)

Jika beroperasi secara asynchronously, start adalah (0s) dan stop adalah (1s) dari frame kedelapan-bit tersebut. Misal,

  • ASCII untuk a dikirim asynchronously adalah à 0s10000111s
  • ASCII untuk a dengan parity genap yang dikirim asynchronously adalah à 0s10000111ps
  • ASCII untuk a dengan parity ganjil yang dikirim asynchronously adalah à 0s10000110p1s

Start dan stop bit tidak memiliki peran dalam proses VRC, hanyalah sebuah frame data untuk kenyamanan bagi penerima.

_______________________________________

Sumber: http://www.slideshare.net/leopk01/error-control-parity-check-check-sum-vrc

One Response to Error Control

  1. Pingback: Transmit Data Paket « WanGReadY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s