Tutorial 3 Writing and Reading Data

Target Pembelajaran

  • Write/menulis data ke file
  • Read/membaca data dari file

Writing/menulis dan Reading/membaca Data dari/ke File

Ketika melakukan eksperimen dengan peralatan yang memerlukan untuk me-record data untuk sebuah analisi dan untuk kalibrasi alat, LabVIEW mempunyai beberapa fungsi  untuk menulis data ke file – ataupun continuous writing (online, menulis data saat VI dijalankan) dan batch (offline) writing. Labview juga mempunyai fungsi untuk membaca data dalam beberapa tipe log-file.  Fungsi ini bisa didapat pada Programming > File I/O palette [Haugen].

File Formats

File format yang mendukung untuk fungsi File I/O adalah:

  • LVM (LabVIEW Measurement) yang mana merupakan text file yang terdiri dari data yang bisa dibaca dalam bentuk text (bukan dalam bentuk bahasa mesin). Sebagai contoh, angka 0.231 akan disimpan sebagai text (atau string) “0.231”. Keunggulan dari penyimpanan data angka dalam bentuk text adalah file dapat dibuka dan ditampilkan dalam software apapun yang mendukung text file, seperti MS Word, Notepad, Excel, MATLAB, Web browser. (Mungkin perlu untuk diketahui untuk mengganti nama foile etension dari .lvm ke. txt atau .dat sebelum membuka file dengan software lain). Maka dari itu format text file mempunyai banyak kelebihan. Akan tetapi ukuran text file akan menjadi lebih besar daripada jika data ditulis dalam format biner, dan data disimpan dengan akurasi rendah, akan tetapi hal ini tidak begitu bermasalah pada PC yang mempunyai spec yang mumpuni, akan tetapi akan bermasalah pada computer yang mempunyai keterbatasan memori penyimpanan data [Haugen].
  • TDMS (Technical Data Management – Streaming) yang mana berbentuk file biner dalam sebuah LabVIEW file format internal. Format TDMS memberikan data penyimpanan yang lebih efektif dan akurat daripada format LVM. File TDMS memungkinkan untuk dibuka di LabVIEW, tentu saja, dan di NI DIAdem yang merupakan software yang digunakan untuk me-manage, analyzing, dan reporting data dalam logfiles. File TDMS dapat menyimpan data dengan cara yang terorganisir menggunakan beberapa Grup dan beberapa Channel dalam Grup tersebut. (Format file TDM lama masih support). [Haugen]
  • Spreadsheet Files (Excel): yang kompatibel dengan MS Excel spreadsheet file. Dengan meggunakan LabVIEW 8.6 kita sudah dapat menulis data ke dalam Excel spreadsheet file dan membaca data darinya.

Perihal mempelajari bagaimana menulis data dan membaca data dari file kita ambil contoh dengan menulis data ke LVM file dan membaca data darinya. Saya menyarankan tipe file ini karena file ini dapat dengan mudah dibaca oleh beberapa Applikasi Window seperti MATLAB, NotePad dan Excel.

  1. Writing Data to LVM file (file berformat text)

Kita awali dengan membuka file Level Measurement 01.vi

Buka VI “Level Measurement 01.vi” dan save as dengan nama Level Measurement 01_write_to_lvm_file.vi”

Pada block diagram, tambahkan fungsi Write Measurement File sebagai berikut:

lv3-1

Lalu konfigurasikan seperti berikut:

lv3-2

Kemudian expand icon Write to Measurement File.

Pada Front Panel, tambahkan sebuah Vertical Toogle Switch (Anda dapat mencari/search jika Anda tidak tahu dimana letak file tersebut!).

(lihat Figure 4)

Pada Block Diagram, tambahkan elemen “Merge Signals”

lv3-3

Klik kanan File Name > Create a control > atur path dari file LVM yang akan kita buat (lihat Figure 4). Hubungkan/wire elemen yang belum terhubung pada Block Diagram dengan rapi (lihat Figure 5).

Program yang sudah selesai:

lv3-4

lv3-5

Save VI Anda.

Jalankan program dan atur-atur nilai uin.

Time, Uin, Level dalam ampere dan level dalam mm

Buka data file dengan Notepad, maka akan terlihat data yang sudah kita record sebagai berikut:

lv3-6

  1. Membaca Data dari file LVM:

Buka VI baru. Lalu save dengan nama “Read Data from LVM File 01.vi”

VI yang akan kita buat ini bermaksud untuk membaca data dari file LVM yang sudah kita buat pada latihan sebelumnya dan pada file vi yang kita buat ini tidak memerlukan While Loop.

Tambahkan “Read From Measurement File” ke Block Diagram.

lv3-7

Dan akan muncul Window sebagai berikut:

lv3-8

Tambahkan sebuah Convert from Dynamic Data

lv3-9

 

Tambahkan fungsi lainnya (Klik kanan > Indikator) pada Block Diagram dan hubungkan/wire dengan rapi (lihat Figure 10).

Hasil dari kode pada Block Diagram:

lv3-10

Susun dengan rapi elemen di Front Panel.

Simpan VI.

Jalankan program.

  • Data dibaca dari file yang dikonversi ke sebuah array 2 dimensi yang terdiri dari 4 kolom data (t,uin,u,y). Konversi tersebut dilakukan oleh fungsi Convert from Dynamic Data yang terdapat pada Express / Signal Manipulation Fungsi konversi ini dapat dikonfigurasi (seperti memilih tipe data yang benar) dengan cara double klik pada elemen tersebut.
  • Empat fungsi Index Array digunakan untuk mengekstraksi setiap kolom data dan membuat array 1 dimensi, yang diberi label Array t in s (1D), Array uin in V (1D), Array y in mA (1D) dan Array y in mm (1D).

Tampilan pada Front Panel:

 lv3-11

_____________________________

Daftar Pustaka

academic.amc.edu.au/~hnguyen/JEE344ACE/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s